IUQI Jalin Kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Rusia

Mackhakhala, Kamis, 31 oktober 2019 Rektor Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI) Bogor, Dr. Saiful Falah, menandatangani perjanjian kerjasama dengan Humanitarian Pedagogical College Mackhakhala (HPC). Sebuah perguruan tinggi di ibukota negara bagian Dagestan. Sebuah wilayah di Kaukasus di bawah Negara Federal Rusia yang mayoritas penduduknya muslim. Rektor dan rombongan dari Indonesia disambut oleh Civitas Akademika HPC Mackhakhala dengan lantunan nasyid "Tholaal Badru". Acara Penandatanganan MoU antara HPC dan IUQI didahului dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sudah menjadi budaya di Republik Dagestan setiap Rabiul Awwal merayakan kelahiran Rasulullah SAW. Rektor diminta memberi sambutan dan tausyiah keagamaan oleh pihak HPC. "Saya merasa sangat bersyukur atas nikmat Allah telah dipertemukan dengan saudara seiman dan seperjuangan di negeri para pejuang ini. Saya juga ucapkan terima kasih atas sambutannya yang luar biasa. Kita bersaudara sangat dekat sekali. Karena sama-sama mencintai Rasulullah dan senang melaksanakan peringatan maulid Rasul SAW." demikan Dr. Saiful Falah memulai sambutannya.

Direktur HPC Mackhakhala, Dzhennet Temurkaeva menyatakan kegembiraannya atas jalinan kerjasama dengan perguruan tinggi di indonesia. Dia menyebut ada kesamaan sejarah dan visi dengan IUQI Bogor. Kedua kampus bukan milik pemerintah. Didirikan oleh umat untuk melestarikan nilai-nilai agama dan juga mencetak generasi muslim yang unggul dan bermanfaat di tengah masyarakat. "Humanitarian Pedagogical College adalah kampus yang didirikan oleh muftiyat, lembaga ulama di Dagestan. Ini kampus umum, tapi bernuansa islami. Karena kami ingin mencetak guru-guru profesional yang berakhlak karimah." Dzhannet menjelaskan dalam pidatonya.

Penandatanganan MoU dilaksanakan di ruang Nusantara Center. Ruang yang baru diresmikan oleh Bapak Dubes RI untuk Rusia di akhir bulan Maret 2019. Dr. H. Abdulaev Ibragimgadzi selaku Wakil Direktur Bidang Hubungan Internasional sekaligus Kepala Pusat Kajian Nusantara di HPC Makachkala menjelaskan bahwa pemilihan tempat penandatanganan MoU ini sesuai dengan amanat bapak Dubes saat peresmian. Beliau berharap agar Pusat Kajian Nusantara di Dagestan menjadi tempat perekat hubungan diplomatik pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Dagestan.

"Semoga kita bisa merealisasikan kerjasama ini dengan program join research, exchange students dan kegiatan keilmuan lainnya" ungkap Ibragimgadzi.