
iuqi web admin
March 2, 2026

Bogor, 2 Maret 2026 — Momentum bersejarah kembali tercatat dalam perjalanan pendidikan tinggi di Kabupaten Bogor. Akademi Kebidanan UQI Bogor resmi bergabung dengan STIA Sandikta Bekasi menjadi Universitas Islam Bogor, ditandai dengan serah terima Surat Keputusan (SK) Izin Penggabungan yang berlangsung khidmat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., yang menyerahkan SK kepada pihak yayasan. Acara diawali dengan pembacaan doa oleh K.H. Agus Tamami, M.Pd.I, memohon keberkahan atas transformasi kelembagaan tersebut.
Dalam sambutannya, Dewan Pengawas IUQI Bogor, K.H. Saiful Falah, M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan keluarga besar IUQI atas terbitnya SK tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan mendukung proses panjang perjuangan penggabungan ini.
Sementara itu, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. dalam sambutan sekaligus arahannya menegaskan bahwa mengelola perguruan tinggi bukanlah hal yang mudah dan juga tidak murah. Di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah IV yang membawahi 415 perguruan tinggi di 23 kabupaten/kota, tata kelola menjadi kunci utama keberhasilan.
Ia menekankan tiga hal penting pasca diterbitkannya SK:
1. Tata kelola perguruan tinggi harus memenuhi standar nasional dan berorientasi internasional.
2. Penjaminan mutu harus dilakukan secara konsisten melalui pelaporan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PPDIKTI).
3. Mahasiswa harus menjadi objek utama pelayanan dan pengembangan mutu pendidikan.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa keberhasilan perguruan tinggi dapat dilihat dari kualitas lulusan serta daya serap di dunia kerja. Oleh karena itu, Universitas Islam Bogor diharapkan mampu bersaing dalam penerimaan mahasiswa baru yang akan dipersiapkan mulai Juli mendatang. Empat aspek utama yang biasanya menjadi pertimbangan calon mahasiswa baru adalah sarana prasarana kampus, kualitas lulusan, biaya pendidikan, dan akreditasi.
Berdasarkan keputusan yang dibacakan, Universitas Islam Bogor yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Ummul Quro Al-Islami Bogor akan menyelenggarakan tujuh program studi, yaitu:
* Kebidanan Program Diploma Tiga;
* Administrasi Bisnis Program Sarjana;
* Administrasi Publik Program Sarjana;
* Administrasi Kesehatan Program Sarjana;
* Bisnis Digital Program Sarjana;
* Fisika Program Sarjana;
* Informatika Program Sarjana;
LLDIKTI juga mengingatkan bahwa setelah izin diberikan, universitas wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi, melaksanakan sistem penjaminan mutu internal dan mengajukan akreditasi kepada BAN-PT atau lembaga akreditasi lainnya, serta melaporkan penyelenggaraan program studi secara berkala setiap semester.
Dalam arahannya, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. turut memotivasi para dosen agar terus meningkatkan jabatan fungsional hingga mencapai profesor. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran besar untuk peningkatan kualitas dosen, termasuk sertifikasi dan percepatan jabatan akademik. “Perguruan tinggi tidak akan maju tanpa dosen yang terus bertumbuh,” pesannya.
Menutup sambutannya, beliau mengibaratkan Universitas Islam Bogor sebagai “bayi yang baru lahir” yang harus dirawat bersama agar tumbuh menjadi universitas yang unggul dan membanggakan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan SK kepada Pembina Yayasan, disusul sesi foto bersama sebagai simbol dimulainya babak baru perjalanan Universitas Islam Bogor dalam membangun pendidikan tinggi yang bermutu dan berdaya saing.


