
iuqi web admin
February 8, 2026

BKsPPI menyelenggarakan Pengajian Bulanan pada 8 Februari 2026 yang diisi dengan kajian dan tausiah dari para kiai dan habaib sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi keislaman yang bertujuan menguatkan nilai iman, ukhuwah, serta kesadaran kolektif dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
Dalam rangkaian awal kegiatan, nilai-nilai iman dan ukhuwah menjadi fokus utama pembahasan. Prof. Amirudin menyampaikan bahwa Ramadhan tidak hanya dipahami sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai bulan pendidikan. Di bulan inilah semangat berjamaah, kebersamaan, dan pembentukan karakter diuji dan dikuatkan. Ramadhan dihadirkan sebagai momentum untuk mendidik akhlak dan karakter umat, membiasakan hidup sederhana, serta tidak memaksakan sesuatu di luar kemampuan. Jamaah juga diajak untuk memahami kepada siapa infak seharusnya disalurkan, terutama kepada anak yatim dan pihak yang membutuhkan, dengan harapan umat dapat terbebas dari beban hutang dan kesulitan hidup.
Sejalan dengan penguatan nilai tersebut, kegiatan kemudian berlanjut pada kajian Tarhib Ramadhan yang disampaikan oleh K.H. Bubung Burhanuddin. Dalam penyampaiannya, beliau mengulas Tafsir Jalalain sebagai landasan dalam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan. Disampaikan bahwa Ramadhan merupakan panggilan Allah SWT kepada hamba-Nya untuk kembali menata niat, memperbaiki ibadah, dan mempersiapkan diri secara lahir maupun batin agar mampu menjalani bulan suci dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.
Setelah kajian Tarhib Ramadhan, rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor, Dr. H. Syamsul Rizal Mz, S.H.I., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada Ketua BPSTAS dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para kiai, doktor, ustadz, serta seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir. Beliau memohon doa agar kampus IUQI dan Yayasan Ummul Quro Al-Islami Bogor senantiasa diberi keberkahan dan kemajuan.
Usai sambutan, acara kemudian dilanjutkan dengan kajian kitab yang disampaikan oleh Dr. H. Badruddin Husbky melalui Kitab Syarah Al-Hikam halaman 11. Dalam kajian tersebut dibahas makna ikhlas sebagai ruh dari setiap amal perbuatan manusia. Disampaikan bahwa amal merupakan bentuk lahiriah, sedangkan ruh dari amal adalah keikhlasan. Ibadah tanpa ikhlas akan kehilangan makna dan nilai di sisi Allah SWT.
Mengacu pada pendapat Imam Al-Qusyairi, ikhlas terbagi menjadi ikhlas para abrar atau abidin yang beribadah kepada Allah namun masih mengharapkan balasan bagi dirinya, serta ikhlas para muqarrabin yang beribadah semata-mata karena Allah atau lillahi ta’ala. Sementara itu, Imam An-Nawawi membagi ikhlas ke dalam tiga tingkatan, yaitu ikhlas abidin yang masih memiliki orientasi dunia, ikhlas muhibbin yang telah melepaskan orientasi dunia, dan ikhlas arifin yang beribadah dengan fokus penuh hanya kepada Allah SWT tanpa orientasi dunia maupun akhirat.
Untuk menambah kekhusyukan dan memperkuat suasana spiritual, setelah kajian kitab tersebut acara kemudian diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Ustadz Wildanul Atqo. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi dari perwakilan BKsPPI, Ahmad Cholil Ridwan, Lc. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang fiqih sebagai pemahaman yang mendalam terhadap hukum syariat Islam serta siasah sebagai pengaturan urusan umat, pemerintahan, kekuasaan, dan kebijakan masyarakat. Beliau juga menyinggung makna hijrah dan menegaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan setiap aktivitas harus disertai dengan perencanaan dan strategi sebagai bagian dari siasat dalam menjalani kehidupan.
Sebagai rangkaian terakhir kegiatan, Prof. Dr. H. Endin Mujahidin menyampaikan kajian mengenai perintah puasa Ramadhan, syura, serta turunnya ajaran Islam kepada Rasulullah SAW. Dari perspektif pendidikan, beliau menegaskan bahwa syariat Islam selaras dengan sains, salah satunya melalui teori pembentukan kebiasaan. Perubahan perilaku akan terbentuk apabila dilakukan secara konsisten, yang secara ilmiah dikenal membutuhkan waktu sekitar 21 hari. Oleh karena itu, Ramadhan menjadi momentum terbaik untuk membangun kebiasaan baik seperti berpuasa, membaca Al-Qur’an, dan melaksanakan shalat tarawih agar nilai-nilai tersebut dapat terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Pengajian Bulanan MY Ulil Albaab BKsPPI ini diharapkan mampu menjadi bekal spiritual, intelektual, dan moral bagi umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan, sekaligus memperkuat nilai keimanan, kebersamaan, dan kesiapan diri dalam menjalani kehidupan yang lebih baik


